Resume Materi PKKMB Day 2
Ainun Najib Ahli IT Indonesia
Tema: Perguruan Tinggi di Era Digital dan Revolusi Industri
Perguruan tinggi di era digital dan revolusi industri mengalami transformasi besar dalam cara mereka berfungsi, mengajar, dan berinteraksi dengan mahasiswa serta masyarakat. Berikut adalah beberapa aspek utama dari perubahan tersebut:
1.Pembelajaran Digital dan Online
Penggunaan platform e-learning, MOOC (Massive Open Online Courses), dan webinar memungkinkan akses pendidikan yang lebih luas dan fleksibel.Mahasiswa dapat belajar kapan saja dan di mana saja, meningkatkan inklusivitas dan efisiensi.
2.Kurikulum Berbasis Teknologi Integrasi teknologi terbaru seperti kecerdasan buatan, big data, dan Internet of Things (IoT) ke dalam kurikulum.
3.Pengembangan program studi baru yang relevan dengan kebutuhan industri 4.0.Revolusi Industri 4.0 dan Keterampilan Baru Perguruan tinggi menyesuaikan kurikulum untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi otomasi, robotika, dan analitik data.Fokus pada soft skills seperti kreativitas, kolaborasi, dan pemecahan masalah.
4.Pengukuran dan Evaluasi Berbasis Data Penggunaan Learning Analytics untuk memonitor kemajuan mahasiswa dan meningkatkan proses pembelajaran.
Secara keseluruhan, perguruan tinggi di era digital dan revolusi industri harus mampu beradaptasi dengan cepat agar tetap relevan dan mampu menghasilkan lulusan yang kompeten di era yang penuh perubahan ini.
Materi 5
Prof. Dr. Haryono Umar, SE., Ak., M.Se., CA - Guru Besar UMJ dan Wakil Rektor Perbanas Institute, Wakil Ketua KPK Tahun 2007-2011
Tema: Generasi Muda Berintegritas Anti Korupsi
Macam-macam korupsi adalah:
1.Menggunakan fasilitas, kewenangan, keuangan rakyat untuk kepentingan pribadi, keluarga, kelompok, porpolnya.
2.Asumsi bagi koruptor Jabatan, Kekuasaan, Keuangan Negara adalah kesempatan untuk sewenang-wenang.
3.Asumsi bagi rekan, saudara, dan kawan yang menjabat adalah pintu untuk mendapat pengutamaan.
4.Minta bantuan terdistorsi minta didahulukan, minta untuk tidak laksanakan aturan atau bahkan dilanggar.
Antre Menumbuhkan Karakter:
1.Belajar manajemen waktu jika ingin mendapat waktu pertama datang lebih awal.
2.Menghormati hak orang lain, jika ingin sesuatu penuhi syaratnya.
3.Mendisiplin dan tidak menyerobot hak orang lain.
4.Hidup teratur dan kerapihan.
5.Memiliki rasa malu jika ia menyerobot antrian dan hak orang lain.
6.Jujur pada diri sendiri dan pada orang lain.
Karakter Patriotis Bangsa:
1.Kecintaan pada tanah air dan rakyat.
2.Kesatuan dalam keragaman berbangsa.
3.Saling menghargai dan solidaritas.
4.Kesederhanaan.
5.Kemandirian.
Materi 7
Muslikha Nourma Rhomadhoni, S.KM., M.Kes - Kaprodi D4 K3
Tema: Pengenalan Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) di Perguruan Tinggi
Tujuan penerapan K3L:
1.Mencegah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja.
2.Melindungi lingkungan dari pencemaran dan kerusakan.
3.Meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan pekerja.
4.Mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
5.Menjadi pilar pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
Prinsip Penerapan K3 Lingkungan:
1.Pencegahan lebih baik daripada penanggulangan.
2.Kepatuhan regulasi: UU K3, UU Lingkungan, dan PP No. 50/2012 tentang SMK3.
3.Inovasi teknologi hijau dan ramah lingkungan.
4.Penguatan budaya keselamatan dan keberlanjutan.
5.Partisipasi semua pihak: pemerintah, perusahaan, pekerja, masyarakat.
Strategi K3 Lingkungan Menuju Indonesia Emas:
1.Pendidikan dan Pelatihan: meningkatkan literasi K3L sejak dini (sekolah, perguruan tinggi, industri).
2.Penguatan Regulasi: penegakan hukum yang konsisten terhadap pelanggaran K3 dan lingkungan.
3.Green Industry: penerapan produksi bersih, energi terbarukan, circular economy.
Peran K3 Lingkungan dalam Indonesia Emas 2045:
1.Tenaga kerja produktif dan sehat= mendukung daya saing global.
2.Industri berwawasan lingkungan= menjaga keberlanjutan sumber daya.
3.Masyarakat terlindungi dari dampak negatif pembangunan.
4.Citra positif Indonesia di dunia internasional= menarik investasi hijau.
Definisi:
- Segala sesuatu yang berkemungkinan menimbulkan kerugian, cedera, penyakit, kerusakan, atau dampak negatif lainnya apabila tidak dikendalikan.
- Sumber risiko yang bisa menyebabkan kecelakaan atau kerusakan bila terjadi kontak dengan manusia, lingkungan, atau aset.
Kesimpulan: potensi bahaya bukanlah kecelakaan itu sendiri, tetapi faktor penyebab yang bisa menimbulkan kecelakaan atau kerugian bila tidak dikelola.
Pengendaliannya dengan cara:
LAKUKAN PRINSIP 5R:Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin
Link blog teman saya: Shofia
Facebook : https://www.facebook.com/unusaofficialfb
Instagram : https://www.instagram.com/unusa_official
Youtube : https://www.youtube.com/@unusa_official
Twitter (X) : https://x.com/unusa_official?lang=en
Tiktok : https://www.tiktok.com/@unusa_official

Comments
Post a Comment